Bupati Klaten Resmikan MA Cendekia Nashirul Wasathiyyah, sebagai kontribusi nyata YJH Klaten dalam mencetak kader cendekiawan muslim.
Cover
Klaten – Bersama Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meresmikan berdirinya Madrasah Aliyah (MA) Cendekia Nashirul Wasathiyyah Klaten (CNWK) pada Sabtu (23/8/2025). Madrasah yang berlokasi di Jl. Ki Ageng Penjawi, Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara ini menjadi amal usaha terbaru dari Yayasan Jamaah Haji (YJH) Klaten, sebuah yayasan besar yang sejak lama berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, perbankan syariah, hingga dakwah dan pendidikan.
Penandatanganan Prasasti Bupati Hamenang Wajar Ismoyo
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta pemotongan untaian bunga oleh Bupati Hamenang, didampingi Ketua Umum YJH Klaten Ir. H. Rofiq Muttaqien, Sekretaris Umum Drs. H. Sunarto, M.Hum., jajaran pembina, serta Kepala MA CNWK Alifian Ramadhany, M.Pd. Usai acara seremonial, Bupati bersama tamu undangan meninjau berbagai fasilitas madrasah, mulai dari ruang kelas modern, auditorium, laboratorium lengkap, perpustakaan, asrama guru dan santri, hingga lapangan olahraga. Di bagian depan kompleks berdiri megah Masjid H. Muklas Himawan yang akan menjadi pusat kegiatan spiritual santri.
Sambutan Bupati Klaten, Bapak Hamenang Wajar Ismoyo
Bupati Hamenang mengungkapkan kekagumannya terhadap fasilitas yang dimiliki madrasah baru ini. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045. “Saya mendengar peminat yang mendaftar mencapai 200 orang, dan hanya 25 santri yang diterima. Artinya, ini bukan main-main. Kualitas menjadi yang utama, dan CNWK telah menunjukkan komitmen itu,” ujarnya. Ia berharap MA CNWK terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan unggulan di Klaten yang mampu mencetak generasi cerdas dengan fondasi keagamaan yang kuat.
Ketua YJH Klaten, Rofiq Muttaqien, menegaskan bahwa pendirian MA CNWK bukan langkah instan, melainkan hasil perencanaan panjang dengan studi tiru ke sejumlah lembaga unggul, seperti SMA Taruna Nusantara dan MAN Insan Cendekia Serpong. Bahkan, proses rekrutmen guru hingga seleksi santri dipandu langsung oleh MAN Insan Cendekia Serpong. “Kami mencontoh standar salah satu madrasah terbaik di Indonesia. Harapannya, MA CNWK bisa menjadi amal usaha pendidikan yang mencerdaskan bangsa, tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam keimanan dan ketakwaan,” tegasnya.
Sekretaris Umum YJH Klaten, Sunarto, menambahkan bahwa pembangunan madrasah ini merupakan wujud nyata dari cita-cita pendiri yayasan. Wakaf tanah seluas 14.800 meter persegi dari H. Muchtar Harjotaruno, pengurus yayasan segera merintis pendirian madrasah dengan penuh keseriusan. “Kami menjalin kerja sama dengan MAN Insan Cendekia Serpong selama tiga tahun, agar dari awal madrasah ini memiliki standar nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MA CNWK, Alifian Ramadhany, menjelaskan bahwa 25 santri angkatan pertama dipilih melalui seleksi ketat dari 200 pendaftar. Santri terdiri dari 15 putra dan 10 putri, sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Klaten. Sistem pembelajaran yang diterapkan adalah boarding school, dengan kombinasi kurikulum nasional dan kurikulum khusus ala CNWK yang memberi perhatian pada pengembangan akademik sekaligus pembinaan karakter Islami. Selama 24 jam, santri berada dalam pengawasan guru asuh, wali kelas, pembina asrama, serta konselor.
Uniknya, sebelum peresmian, para santri sudah menjalani masa tinggal di asrama selama lebih dari 40 hari untuk beradaptasi dengan lingkungan dan pola pendidikan di MA CNWK. Momentum peresmian juga menjadi kesempatan pertama orang tua menjenguk putra-putrinya setelah lebih dari sebulan fokus pada program pengenalan boarding.
Dengan fasilitas lengkap, sistem pendidikan modern, serta dukungan penuh Yayasan Jamaah Haji Klaten, MA CNWK diyakini akan tumbuh menjadi pusat pendidikan unggul. Bupati Hamenang pun menegaskan, kehadiran madrasah ini merupakan kontribusi nyata YJH Klaten dalam mencetak kader cendekiawan muslim berkarakter, berakhlak mulia, dan siap mengawal cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Humas MA CNWK
Tim Media Publikasi-Muhammad Husein Arafat